Sabtu, 06 Juli 2013

RANJAU

"Not clear!"
Lawan bicaranya mengangguk perlahan. "Hati-hati, kita tunggu sampai dia terlelap," katanya kemudian.
"Oke."
Tapi yang satu lainnya membangkang, "biasanya tidak juga begitu. Paling dia melihat ke arah kita dan berlalu. Aku-aku, kamu-kamu!" Lalu ia berpisah dari rombongan sambil menggerutu. Indera penciumannya menghidu sesuatu yang, wangi.  Kalau begitu, malam ini ia akan berpesta. Paling tidak, bakal lebih awal dari teman-temannya. 

Sosok yang tidak patuh pada arahannya semakin menjauh. Namun sebagai pemimpin, pantang baginya menarik apa yang telah keluar dari mulut. "Kita hanya perlu menunggu waktu sampai ia benar-benar memasuki kamar. Itu saja. Dan malam-malam sebelumnya, waktu itu tidak lama lagi. Bersiap-siaplah."
"Siap."

Hening sejenak. 

Saat belasan bawahannya secara teratur berpencar, sang ketua merasa ada sesuatu yang salah. Hatinya gundah serta penuh rasa was-was. Tapi jujur, ia sendiri tidak tahu apa itu. Lamunannya buyar lantaran suara di belakangnya. Rupanya disana masih ada selain dirinya.
"Apa itu?"
Lama ia baru menjawab. "Entahlah."
"Rekan-rekan lainnya sepertinya belum terlalu menyadari bau itu. Ini baru."
"Ya. Selama hidupku, ini memang tidak pernah ada sebelumnya." Kali ini sang ketua berbalik dan menatap lekat kearah lawan bicara. "Sebaiknya kamu juga bersiap. Jangan khawatir, tidak ada apa-apa."
"Saya pergi."
.......
Benar kan. Benda asing dihadapannya kian menggoda. Aneh dan cukup menggiurkan untuk dicicipi. Aromanya mengikat. Ia melihat sekeliling seketika. Dan sadar setelahnya bahwa ia yang paling beruntung malam ini. Diraihnya makanan hijau berbentuk kubus tersebut, dipegangnya erat-erat. Lalu berlari sekencang mungkin ke tempat persembunyiannya. 
.......
Setelah sekian lama meniatkannnya, baru kali ini tersampaikan. Akhirnya. Untuk edisi pertama malam ini, aku memasang enam ranjau di beberapa sudut berbeda. Tepatnya pada lalu lintas utama para tikus yang berkeliaran. Aku geram ketika harus bertatap mata dengannya. Pernah saking marahnya, ku acungkan arit sembari mengejar mereka. Makhluk kecil itu gesit dan tentu saja banyak celah buat mereka meloloskan diri. Oke, tidak apa!

Tapi tidak dengan 'ranjau' ini. 


Keesokan paginya kudapati, empat dari enam racun tikus yang kupasang raib! Dan beberapa hari setelahnya, rumahku mulai sepi saat malam tiba. 











0 Messages:

Posting Komentar

 
;