Langit pagi ini terasa berbeda. Puluhan jet tempur menghiasinya. Lalu
lalang, saling kejar dan sesekali membentuk formasi. Dari bawah, benda baja
bersayap itu tak ubahnya seperti segerombolan elang hitam.
Seperti yang kita ketahui, pagi
ini akan menjadi sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Sebuah jet tempur
bernama Garuda’s Eyes akan melakukan sebuah demontrasi di udara. Bukan
hanya sekedar tontonan yang bakal menakjubkan, Garuda’s Eyes juga lambang
kebanggan negeri ini. Ia merupakan jet tempur pertama karya anak bangsa.
Perlu kami informasikan juga
bahwa, rombongan kepresidenan baru saja tiba di lokasi. Itu artinya, sebentar
lagi kita akan menyaksikan performance dari si Garuda bermata merah.
Namun sebelum itu, berikut
wawancara singkat kami dengan Nanda Winata atau yang akrab dipanggil De’Nan
beberapa waktu yang lalu. Beliau adalah pilot yang dipercaya untuk menerbangkan Garuda’s Eyes untuk pertama kalinya.
Reporter
Apa yang bapak rasakan saat ini?
Apa yang bapak rasakan saat ini?
De’Nan
Saya selalu senang, he..he… Maksud saya, ini adalah suatu kehormatan luar biasa yang diberikan oleh bangsa Indonesia. Saya sudah sering melakukan atraksi atau demontrasi semacam ini, namun kali ini rasanya …. wah, sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.
Saya selalu senang, he..he… Maksud saya, ini adalah suatu kehormatan luar biasa yang diberikan oleh bangsa Indonesia. Saya sudah sering melakukan atraksi atau demontrasi semacam ini, namun kali ini rasanya …. wah, sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.
Reporter
Adakah persiapan khusus yang bapak lakukan untuk demontrasi hari ini?
Adakah persiapan khusus yang bapak lakukan untuk demontrasi hari ini?
De’Nan
Kapan dan dimanapun. Saya tetap melakukan persiapan terbaik untuk segala sesuatu. Terlebih yang berkenan dengan profesi saya sekarang ini. Tetap fokus dan disiplin, ku kira itu.
Kapan dan dimanapun. Saya tetap melakukan persiapan terbaik untuk segala sesuatu. Terlebih yang berkenan dengan profesi saya sekarang ini. Tetap fokus dan disiplin, ku kira itu.
Reporter
Terima kasih pak, kami ucapkan selamat menjalankan tugas. Dan tentunya rakyat di seluruh pelosok tanah air tidak sabar untuk menyaksikan performance bapak beserta Garuda’s Eyes.
Terima kasih pak, kami ucapkan selamat menjalankan tugas. Dan tentunya rakyat di seluruh pelosok tanah air tidak sabar untuk menyaksikan performance bapak beserta Garuda’s Eyes.
Pemirsa, sekarang adalah detik-detik dimana Garuda’s Eyes akan
menghiasi langit dengan demontrasi terbaiknya.
Dapat kita dengar bersama, auman mesinnya yang terdengar kian semakin
mendekat. Dari arah selatan, dan itu ……
Itu adalah Garuda’s Eyes yang siap membelah langit Halim Perdana
Kusuma!
=wew……Garuda’s Eyes melesat dengan kecepatan luar biasa. Semua mata mengikuti
pergerakan jet tersebut. Jet itu kembali melintas dengan laju dari arah
berlawanan. Lalu terbang lebih tinggi, tampak hanya sebesar semut. Kemudian turun
dengan tajam. Setiap kepala mendongak. Menanti selanjutnya. Wah…..secara tak
sadar ucapan itu terlontar begitu saja. Jet semakin mendekati bumi. Makin rendah,
rendah dan rendah. Apa yang terjadi? Semua yang hadir terperangah. Degub
jantung masing-masing semakin kencang. Was-was dan khawatir sesuatu yang buruk
bakal terjadi. Bapak presiden beserta staf spontan berdiri. Gelisah dan berdoa
agar keadaan terburuk tidak bakal terjadi. Namun, beberapa menduga itu bagian
dari pertunjukan. Tak ada tanda-tanda Jet tempur itu untuk melandai. Moncong
pesawat dengan sempurna menghujam ke arah bumi secepat kilat, dan …..=
“De’Nan….” pemanggil
maknye dengan sikap protektif. Sementara De’Nan asyik mengawasi ikan dari
pinggir parit.
“Iye, mak!”
Sahut De’Nan dengan nada kesal.
Semenjak dibuatkan pesawat kertas, hari-hari berikutnya De'Nan terus minta dibuatkan. "Lha, yang kemarin man?" Tukasku.
"Jatoh ke parit, bang."
Semenjak dibuatkan pesawat kertas, hari-hari berikutnya De'Nan terus minta dibuatkan. "Lha, yang kemarin man?" Tukasku.
"Jatoh ke parit, bang."


0 Messages:
Posting Komentar