Selasa, 29 Mei 2012 0 Messages

Siang ini

    Siang yang gerah begini, aku dihadapkan pada hamparan sungai Sambas didepan rumah yang tengah pasang. Airnya naik hingga ke halaman rumah. Rasanya ingin langsung menggabungkan diri dengan mereka, anak-anak yang tengah ketawa-ketiwi bemain di tepian sungai. Jika tidak ingin akan usia diri, maka pilihanku adalah mengikuti jejak mereka.
    Untung kesadaranku masih terjaga. Jadilah aku, setelah makan siang, hanya berteman dengan sebuah kipas angin yang berusaha untuk menyejukkan ragaku. Sambil menunggu bergulirnya waktu hingga pukul satu lewat, aku menyeruput kopi panas.
    Jangan heran. Memang seharusnya di cuaca yang ekstrim seperti ini akan lebih segar jika tenggorokan kita disuguhi dengan minuman dingin. But, mau gimana lagi. Minuman dingin tidak ada. Sedikit demi sedikit kopi panas pun ludes bersamaan dengan jam sudah menunjukkan hampir setengah dua.
    Bersiap-siap untuk kembali ke kios lagi. Mulai aktivitas harian lagi. Menulis kembali. Menyelesaikan proyek yang masih menggantung di awang-awang. Mungkinkah bisa selesai dalam waktu belasan hari. Insya Allah. Hanya mencoba melakukannya sedikit demi sedikit. Jika harus keteteran tenggat waktu nantinya, tidak apa. Disimpan saja untuk kesempatan yang akan datang. 
Senin, 28 Mei 2012 0 Messages

Kapur Ajaib

     Tak bisa kubayangkan ratusan nyawa meregang dalam satu malam. Kudapati mayatnya sudah bergelimpangan di lantai. Hitam dan ada di hampir setiap sudut.
     Salahkah aku? Aku hanya ingin agar mereka tidak merusak apa-apa dan pergi dari sini. Aku hanya menggoreskan beberapa ke beberapa bagian barang. Dan ternyata itu ampuh.
    Pantas jika mereka memberinya nama Kapur Ajaib. Semut yang sejak kemarin-kemarin mengerumuni lemari, rak dan dinding tewas begitu saja. 
Jumat, 25 Mei 2012 0 Messages

Sui Duri & Mempawah, Kal-Bar








Selasa, 22 Mei 2012 0 Messages

Ini Aku!

    Ya, ibaratnya sebuah pen. Dayaku adalah batangnya itu sendiri. Daya yang mencakup  motivasi serta imaginasiku. Ku akui memang, mungkin patah kata yang hampir tepat. Sehingga keinginan untuk menulis memudar dimakan waktu. Disibukkan oleh perkara yang remeh dan tidak terlalu penting, aku alpa untuk mengasah kreatifitas dan memunculkan ide-ide kreatif.
    Dan kini, setelah semuanya hampir kembali normal, aku akan bangkit kembali. Memohon kekuatan dari Ilahi dengan sebuah ucapan "Insya Allah". Aku datang lagi. Memainkan khayali untuk menembus tema-tema unik sebagai bahan tulisanku nantinya.
    Jadi, Insya Allah. Ini aku!
Sabtu, 19 Mei 2012 1 Messages

Bagpacker for 1 day

      Mmmm...hari ini aku kembali melakukan perjalanan. Mengantar pulang keponakan ke pontianak. Dari sambas berangkat pukul 1 siang. Dan sampai di Kota Pontianak beberapa menit sebelum shalat isya. Luar biasa capeknya. Tidak seperti perjalanan sebelum-sebelumnya. Kali ini terasa melelahkan. Walau demikian, esok aku akan kembali ke Sambas. Insya Allah berangkat pukul 3 subuh. Wuihhh...dingin. Tapi bawa enjoy aja.
      Ada yang lucu tadi. Wajar seandainya seorang penumpang ketinggalan bis setelah istirahat makan. Tetapi dalam perjalanan tadi, kernet yang ditinggalkan oleh sang supir. Aneh khan....
     Ceritanya seperti ini. Sang kernet turun untuk memberikan nomor HP kepada salah seorang pelanggan. Tanpa disadari oleh sang supir, kernetnya ketinggalan. Padahal ia baru separoh menagih ongkos kepada para penumpang. 
Jumat, 18 Mei 2012 0 Messages

Pantai Tanah Hitam

       Perjalanan pulangku dari menginap di rumahnya Bankthe Yayan tadi pagi terhenti. Di usik oleh hamparan laut d pinggir jalan. Ku putuskan untuk menikung, lalu memarkirkan sepeda motor. Berniat ingin internetan sambil menyaksikan panorama pantai, sayang jaringan modem ku lemot. Duduk silaku berubah jalan-jalan santai. Jadilah aku menjajaki di pesisir. Memasang indra secakap mungkin. Mencium aroma air laut sambil mencicipi rasa asin airnya. Memanjakan kaki yang tanpa alas di belai oleh buih-buih lautan...emmm..
       Dikejauhan, kapal boat nelayan tak lebih besar dari semut. Beberapa buah masih menepi. Di arah berbeda, ku saksikan beberapa orang yang tengah berenang. Kebetulan surut, sehingga airnya pun jernih. Tak seperti biasanya yang berlumpur berwarna kecoklatan. Ada juga ku melihat sepasang pasutri dengan dua orang anak kecilnya tengah memindahkan pasir pantai ke dalam karung.
Disana ku habiskan kurang dari satu jam...Perjalanan pulang ke rumah pun berlanjut. 
       Keletihan menapaki "mulus"nya jalan kampung pun merayapi. Tak lebih seperti naik kuda adanya. Namun, terus menarik gas. Tiba dirumahpun, langsung merebahkan diri. 


Seharusnya, Tanah Hitam, 17 Mei 2012 , 07.00 WIB








Sabtu, 12 Mei 2012 1 Messages

Alpa Menulis Sejenak, Tapi

          Asli, beberapa hari ini tidak ada satu pun tulisan yang ku buat. Pikiranku dijejali oleh kesibukan pindah rumah yang sampai saat ini belum selesai juga. Tapi insya Allah senin atau selasa sudah beres semuanya. Kios tempat usaha dan rumah kontrakan baru. Serba baru. Dan semoga semangat menulis juga ikut terbarukan.
         Minggu-minggu ini kami sibuk menggenahi kios. Mulai iparku dan aku mengecat dinding. Keesokannya, Pak Su memasang dek. Setelah itu melapisi cat dasar hari sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan merenov sedikit rumah kontrakan. Sementara aku harus pergi ke Pontianak menjemput keponakan yang ingin liburan di Sambas. Keberadaan di Pontianak sama sekali tidak menatap matahari. Datang sebelum orang adzan magrib dan pulang ke Sambas lagi setelah shalat subuh.
         Ingin aku menuliskan perjalanan menuju ke Pontianak. Tapi belum sempat dalam dua hari ke depan. Mudah-mudahan ada waktu luang kelak. 
 
;